Jumat, 06 April 2012

Sarjana Muda (S1) Bukan Jaminan
Dinoyo (1/4), Bertahun-tahun menempuh pendidikan, diawali dari pendidikan tingkat SD, hingga perguruan tinggi telah dijalani. Sarjana Muda (S1) bukan jaminan untuk kehidupan yang lebih baik. Realita saat ini, banyak sekali para sarjana muda yang berprofesi tidak sesuai dengan keahliannya, bahkan lebih parah lagi banyak para sarjana muda menganggur.
Hal inilah menjadi pertanyaan besar dalam kehidupan social saat ini. apakah  mereka yang menempuh bangku perkuliahan tidak sungguh-sungguh…? atau mereka salah niat dari awal…? Dan yang terpenting permasalahan saat ini adalah Lebih penting manakah antara belajar atau bekerja….? Para pemuda bangsa saat ini, ketika sudah disodorkan permasalahan materi (ekonomi) akan merasa terbebani.
Munir penduduk kecamatan Bantur kota Malang harus bersusah payah menghidupi keluarganya. Pria ini sebagai  salah satu alumi perguruan tinggi ternama di kota Malang merasakan betapa susahnya menanggung beban hidup. Menurut dia, memang benar  sarjana muda (S1) bukan jaminan dalam meniti kehidupan lebih mapan. saat ini dia bekerja sebagai penjual mie pangsit di pasar dinoyo. Melihat dari latar belakang pendidikannya, sebenarnya tidak pantas jika seorang sarjana muda seperti munir harus bekerja keras untuk menghidupi keluarganya dengan menjual mie pangsit. Dimana ilmu, pengalamana yang telah ia perolah bertahun-tahun dibangku pendidikan.
Dalam sejarah profesianya dia hanya berkecimpung di dunia makanan. Mulai penjual bakso, pedagang kaki lima juga pernah ia jalani, dan hingga akhirnya sekarang sebagai penjual mie pangsit. Dalam menjalani profesinya selama 17 tahun, dia sering kali mengalami berbagai masalah yang memang wajar dialami penjual makanan sepertinya. Diantaranya, seringkali dagangannya tidak habis terjual di waktu-waktu tertentu.
Istrinya pun sebagai salah satu alumni POLTEK, pada kenyataannya tidak berprofesi sesuai dengan keahliannya. Istrinya saat ini berprofesi sebagai guru ngaji.
Dari berbagai kasus (masalah) diatas, ternyata menempuh pendidikan di perguruan tinggi tidak selamanya menjamin kesuksesan sesuai dengan gelar keahliannya. Niat awal dalam menempuh pendidikan menjadi pondasi yang harus ada dan kuat. Sehingga kita akan siap  menempuh kehidupan yang akan kita jalani. Apapun yang akan terjadi.
Kita sebagai pemuda harapan bangsa, dibebani untuk memecahkan beberapa kasus yang telah terjadi, yang terlebih penting permasalahan mau dibawa kemana para lulusan sarjana-sarjana yang telah di diwisuda oleh blokiiiijeberapa kampus di Negara ini. Tetap semangat wahai generasi bangsa…
Ditulis oleh:
-       Nur Zaini
-     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar